Panglima Klaim TNI Dukung 55,24 Persen Target Produksi Beras Nasional 2026

Sementara itu, untuk panen pada Juli 2026, TNI AD mendampingi panen padi di lahan seluas 479.659 hektar.
Agus menjelaskan pendampingan sektor pertanian merupakan tindak lanjut arahan Prabowo dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dalam pelaksanaannya, setiap matra TNI mendapat fokus pendampingan pada komoditas yang berbeda.
TNI Angkatan Udara mendampingi pengembangan tebu bersama PT Sinergi Gula Nusantara, pihak swasta, dan asosiasi petani di lahan seluas 236.048 hektar.
Lahan tersebut diproyeksikan menghasilkan 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula, yang diklaim berkontribusi sekitar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional 2026.
“Secara khusus di Lanud Abdulrachman Saleh yang akan langsung dipimpin oleh Bapak Presiden, luas siap panen mencapai 800,5 hektar dengan estimasi hasil 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata-rata 720.000 per ton,” ungkap Agus.
Menurut Agus, hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol industri maupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional.
Adapun TNI Angkatan Laut mendampingi pengembangan kedelai di lahan seluas 2.432 hektar dengan produksi mencapai 3.676 ton yang tersebar di enam wilayah.
“Dalam rangka meningkatkan hasil produksi, hingga Juni 2026 telah dibuka lahan baru di lahan milik TNI Angkatan Laut dan lahan binaan Kodaeral seluas 3.110 hektar di tujuh wilayah dengan estimasi hasil 5.287 ton,” ucap dia.
Agus meyakini upaya ini memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor.
Menurut Agus, sinergi TNI bersama pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Panen raya ini adalah bukti nyata TNI hadir memperkuat kemandirian pangan dan memajukan perekonomian bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” kata dia.
Sebelumnya: Tegang! Lebih dari 400 Drone Ukraina Diluncurkan ke Moskow
Selanjutnya: Harga Emas Hari Ini 19 Juli 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS
Artikel Terkait
- Bogor Diguyur Hujan Deras Setelah Berhari-hari Kering, Warga Senang
- Air PAM di Jakbar Berpotensi Mati 5 Hari Mulai 17 Juli, 55.272 Pelanggan Terdampak
- Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi dr Tifa, Minta Sidang Lanjut ke Pembuktian
- Mengenal Tiga Jenis Orbit Satelit dan Fungsinya
- Alamak! Rapat DPRD Riau Memanas hingga Ricuh Pimpinan Dewan vs Anggota
- Hujan Deras Picu Banjir di Tapteng Sumut, 200 KK Terdampak
- Bentrok 2 Desa di Adonara NTT Kembali Terjadi, 2 Orang Tewas
- Kekeringan Mengancam Pemangkasan Produksi Padi Bandung Barat hingga 15 Persen
