IHSG Naik 4,24 Persen, Saham ADRO, ESSA, dan ITMG Bisa Dicermati Ritel Pekan Depan

Selain itu, sentimen positif juga datang dari keputusan S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan outlook stabil.
Dari dalam negeri, penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp 17.971 per dollar AS turut menjadi faktor yang menopang laju IHSG, meski investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell).
“Di sisi lain, menguatnya harga minyak mentah dunia akibat memanasnya kondisi di Timur Tengah kembali meningkatkan kekhawatiran akan inflasi global,” paparnya.
Baca juga: Trump Kecam Kanada soal Asap Kebakaran Hutan, Tarif Terancam Bertambah
Untuk perdagangan pekan depan, Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan, meski dengan ruang kenaikan yang terbatas.
“Kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas, dengan support di 5.987 dan resistance di 6.268,” ungkapnya.
Pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen pada pekan depan, di antaranya rilis laporan keuangan emiten semester I-2026, arah kebijakan The Fed, serta pergerakan harga komoditas global.
Dari sisi strategi, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor ritel pada pekan depan, diantaranya:
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) di kisaran Rp 2.550-Rp 2.600 per saham, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) di rentang Rp 625-Rp 645 per saham, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) pada kisaran Rp 24.500-Rp 24.950 per saham.
Baca juga: Saham BMRI, BBCA, dan BBRI Kompak Terbang, IHSG Naik 4,24 Persen dalam Sepekan
Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai penguatan IHSG sepanjang pekan ini juga didukung oleh apresiasi nilai tukar rupiah.
“IHSG ditutup menguat di level 6.175,54 pada Jumat (17/7/2026), sehingga selama sepekan IHSG menguat sekitar 4,2 persen,” ucap dia.
Menurutnya, rupiah juga menguat sekitar 0,8 persen secara mingguan ke posisi Rp 17.921 per dollar AS.
Secara sektoral, saham-saham sektor keuangan mencatatkan penguatan terbesar sepanjang pekan. Sebaliknya, sektor basic materials menjadi satu-satunya sektor yang mengalami koreksi.
Baca juga: Realisasi Investasi RI Tembus Rp 1.010 Triliun, Ini Dampaknya ke IHSG
Dari sisi teknikal, Alrich menilai IHSG masih menunjukkan sinyal penguatan lanjutan. IHSG ditutup di atas MA5 dan MA10 weekly. Histogram MACD negatif menyempit dan berpotensi membentuk golden cross.
Alrich memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.225 hingga 6.280 pada pekan depan. Investor juga akan menanti sejumlah data ekonomi domestik, seperti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, pertumbuhan kredit, serta data jumlah uang beredar (M2).
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Sebelumnya: Nasib Pilu Roma, Orangtuanya Tewas Dalam Kecelakaan Sibolangit Saat Mau Antar Adik Kuliah
Selanjutnya: Bukayo Saka Jawab Keraguan Thomas Tuchel Usai Hattrick ke Gawang Perancis
Artikel Terkait
- Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Anak Terlalu Lama Bermain Gawai
- Menkop Sebut Presiden Mau Pertumbuhan Ekonomi Muncul di Desa Lewat KDKMP
- Kronologi Dugaan Pungli Oknum Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Bermula dari Minta "Uang Kopi" Rp 300.000
- OJK Bantah Isu Berobat Pakai Asuransi Wajib Bayar 10 Persen, Ini Aturan Terbarunya
- Nomor Peneror Bom SDN Srengseng Sawah Diduga Juga Pernah Teror Warga
- RUU Daerah Kepulauan Bakal Koreksi Pembangunan Berorientasi Daratan
- Air PAM di Jakbar Berpotensi Mati 5 Hari Mulai 17 Juli, 55.272 Pelanggan Terdampak
- PFII Dinilai Terlalu Obral Pajak, Kantong Penerimaan Negara Rawan Bocor
