Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Anak Terlalu Lama Bermain Gawai

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak para orang tua untuk membatasi penggunaan gawai pada anak. Menurut dia, kebiasaan bermain gawai dalam waktu lama dapat berdampak buruk terhadap kesehatan karena membuat anak kurang bergerak.
Dedi menjelaskan, minimnya aktivitas fisik menyebabkan nutrisi yang masuk ke tubuh tidak diolah menjadi energi secara optimal. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan sekaligus memengaruhi kondisi emosional anak.
"Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi," kata Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis, Senin .
Ia menambahkan, sejumlah penyakit yang sebelumnya banyak dialami orang dewasa kini mulai ditemukan pada anak-anak, seperti gagal ginjal dan diabetes.
Karena itu, Dedi mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan pola hidup anak dengan mendorong mereka melakukan aktivitas fisik serta membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula.
Selain menyoroti kesehatan anak, Dedi mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat pemenuhan gizi bagi ibu hamil.
"Ketika yang hamilnya bermasalah, maka dia boleh ke toko, minimarket, atau ke mana pun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara," jelas KDM.
Menurut dia, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh asupan makanan bergizi, minuman yang berkualitas, serta lingkungan dengan udara yang bersih.
"Seluruhnya negara harus bertanggung jawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia perkembangannya dalam setiap waktu," katanya.
Simak juga Video Pratikno: Orang Pintar Tapi Fisik-Mental Tak Sehat, Sama dengan Nol!
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Gerindra Tepis Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Hukum
Selanjutnya: Persija Resmi Rekrut Eks Gelandang Timnas Bosnia Stjepan Loncar
Artikel Terkait
- Ekonom Sebut Pertumbuhan Utang Luar Negeri RI Dipicu oleh Hal Ini
- Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi
- DPRD DKI Kawal Penerbitan Sertifikat Tanah PTSL yang Bertahun-tahun Tertunda
- Kronologi Dugaan Pungli Oknum Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Bermula dari Minta "Uang Kopi" Rp 300.000
- Saham BSI Naik Hampir 10 Persen, Ditopang Sentimen Pasar dan Fundamental
- Ada Barcode Laporan Anonim, Siswa: Kalau Lapor ke Sekolah Kadang Malu
- Investasi Hilirisasi Tembus Rp 300,1 Triliun di Semester I 2026
- Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat di Jabar
