Konflik di Adonara NTT Telan Korban Jiwa, Anggota DPR Dorong Usut Tuntas

Bentrok antarwarga terjadi di Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur . Anggota Komisi III DPR Fraksi PAN Endang Agustina mengaku prihatin dengan adanya konflik berujung maut tersebut.
"Saya ikut prihatin dan sedih dengan adanya peristiwa Adonara, kita sangat menyayangkan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi. Apalagi beberapa nyawa melayang, belasan orang luka bahkan banyak rumah yang hangus terbakar," kata Endang kepada wartawan, Selasa .
Endang mendorong aparat pemerintah dan aparat penegak hukum serta TNI bekerja sama memitigasi agar peristiwa tersebut tidak terulang. Dia berharap masyarakat yang bertikai dapat segera didamaikan.
Lebih lanjut, Ketua Kelompok Fraksi PAN Komisi III DPR RI itu mendorong pihak kepolisian segera mengusut tuntas peristiwa tersebut.
"Untuk rekan-rekan Polri di NTT kami berharap agar bekerja cepat untuk menuntaskan kasus ini, dan mengungkap sejelas-jelasnya motif peristiwa ini, karena begitu banyak korban dan menimbulkan keprihatinan yang mendalam seluruh anak negeri," ujarnya.
Diketahui, bentrok itu terjadi antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak. Polisi mengatakan tiga orang tewas dan lima orang mengalami luka ringan akibat insiden ini.
"Tiga orang meninggal dunia, lima orang luka ringan, dan 20 unit rumah terbakar," ujar Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A Kalelado, seperti dilansir detikBali, Minggu .
Bentrok ini terjadi pada Sabtu pagi. Eliezer mengatakan pendataan jumlah korban maupun kerusakan rumah masih terus dilakukan setelah bentrokan di dua desa tersebut.
Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan personel gabungan TNI-Polri masih disiagakan di wilayah Adonara Timur untuk menjaga keamanan pascabentrokan hingga situasi benar-benar aman dan terkendali.
"Kami memastikan personel gabungan TNI-Polri tetap melaksanakan penjagaan di wilayah Adonara Timur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujarnya.
Sebelumnya: Tanggul Sungai Aek Sigala-gala Jebol, Permukiman di Tapanuli Tengah Terendam 1,5 Meter
Selanjutnya: Kasus Pemerkosaan Anak di Sampang, Pakar Sebut Hukuman Pelaku Bisa Diperberat
Artikel Terkait
- PKB Imbau Warga NU Pilih Ketum yang Mengayomi, Bukan Mengumbar Konflik
- Menteri Pigai: Masyarakat Adat Hari Ini Menderita, karena Negara Belum Mengakui
- Korban Banjir Bandang di Padang Khawatir Relokasi Huntap Bikin Anak Makin Jauh dari Sekolah
- JHT Dicairkan Kena PPh, Apakah Peserta Bayar Pajak Dua Kali?
- Daftar Haji 2027 Diumumkan, ASN Diminta Bangun Komunikasi dengan Calon Jemaah
- IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,10 Persen ke 6.108, Rupiah Ikut Menguat
- Kandang Ayam 4 Hektar Dikeluhkan Warga Ciputat, Kuasa Hukum: Izin Kami Sudah Lengkap
- Pimpinan KPK Sebut Kasus Febrie Tak Bisa Diambil Alih dengan Sembarangan
