Duar! 2 Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan bahwa dua kapal tanker minyak meledak pada Senin dini hari waktu setempat, saat mencoba melintasi "jalur pelayaran yang tidak aman" di bagian selatan Selat Hormuz. IRGC menyebut kedua kapal tanker itu kini lumpuh dan tidak bisa melanjutkan pelayaran.
IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Senin , mengklaim bahwa kapal-kapal tersebut berupaya menggunakan rute tidak aman di bawah "tekanan dan paksaan" militer Amerika Serikat .
Menurut IRGC, ada empat kapal yang awalnya mengabaikan peringatan Iran dan bertindak dengan dukungan AS. Dua kapal di antaranya, sebut IRGC, kemudian meninggalkan jalur tersebut, namun dua kapal lainnya tidak.
Dalam pernyataannya, IRGC memperingatkan bahwa selama "agresi AS" terus berlanjut di kawasan tersebut, jalur pelayaran strategis itu tidak akan aman untuk transit kapal-kapal yang mengangkut pupuk, minyak, atau gas.
"Kapal-kapal yang terpengaruh oleh kata-kata pihak Amerika dan memasuki rute yang tidak aman, pasti akan mengalami kecelakaan," tegas IRGC dalam peringatannya.
Lebih lanjut, IRGC mengatakan bahwa militer AS harus bersiap untuk menghadapi pembalasan atas apa yang mereka sebut sebagai "pelanggaran ilegal" ini.
Asal negara dan nama kapal yang dilanda insiden itu tidak diketahui secara jelas.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris sebelumnya mengatakan bahwa otoritas militer melaporkan sebuah kapal terbakar di perairan yang berjarak 8 mil laut, atau setara 14,8 kilometer, sebelah barat laut Kumzar, Oman. Penyebab kebakaran kapal itu belum dipastikan secara jelas.
Insiden ini terjadi saat ketegangan semakin meningkat di Selat Hormuz, di mana Iran dan AS saling memperebutkan kendali atas jalur perairan strategis dan vital bagi pasokan minyak dan gas global tersebut.
Beberapa pekan terakhir, Teheran dan Washington kembali saling melancarkan serangan menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi oleh Iran. Pasukan militer AS menggempur target-target Iran di darat dan lautan, sementara Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan militer Washington yang ada di negara-negara Teluk. Pertempuran yang kembali berkobar ini menggagalkan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan.
Lihat juga Video: Iran Ancam Serangan Balasan Seusai AS Gempur Selat Hormuz Lagi
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Kisah Dedi, WNI yang Baru Kuliah Kedokteran Gigi di Jerman pada Usia 30 Tahun
Selanjutnya: Cegah Calo, Pendaftaran Magang Nasional 2026 Pakai Verifikasi Biometrik
Artikel Terkait
- Darurat Emisi, Denpasar Belajar dari Jakarta Demi Selamatkan Ekologi
- Netanyahu Dukung Argentina, Doakan Juara Piala Dunia Lagi
- Lalu Lintas Jakarta Pagi Ini: Contraflow Berlaku di Tol Dalam Kota dan Tol Janger
- WN Singapura yang Bunuh Pacar di Bali Overstay Setahun, Polisi Telusuri Rekam Jejak
- PM Israel Dukung Argentina di Final Piala Dunia, Sebut Presiden Milei Sahabat
- China Kurangi Impor Minyak Timur Tengah, Pasar Global Bergeser
- Pemerintah Gelontorkan Rp 10,3 Triliun untuk Percepat Program Listrik Desa
- 3 Kondisi yang Memperbolehkan Ganti Foto KTP-el, Apa Saja?
