Harga Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite Melonjak 9,4 Persen

PT Pertamina Patra Niaga mengungkap terjadinya perubahan pola konsumsi masyarakat dari BBM non-subsidi ke subsidi.
Konsumsi Pertamax series tercatat naik 18 persen sejak dilakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Pada 18 April 2026, Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo, kemudian pada 10 Juni 2026 menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green 95.
"Jadi hampir 5 persen komposisi BBM gasoline itu sudah bergeser kepada BBM PSO," kata dia.
Lonjakan permintaan juga berdampak pada konsumsi produk gasoil atau solar subsidi.
Kondisi ini didukung pula oleh sejumlah kendaraan yang didominasi sektor industri mulai mengisi Biosolar di SPBU.
Secara volume, penyaluran Biosolar pada Juli 2026 meningkat sekitar 13,9 persen.
KOMPAS.com/FATHAN Pantauan SPBU Bogor: Pertamax Kosong, Antrean Pertalite Mengular
Pada komposisi penjualan gasoil, Biosolar tercatat meningkat 1,5 persen.
Eko bilang lonjakan permintaan BBM subsidi terjadi di sejumlah wilayah.
Kondisi itu membuat Pertamina menyesuaikan operasional untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan stok di seluruh SPBU.
"Ini membuat perubahan operasi dari Pertamina Patra Niaga untuk bisa meng-cover atau mem-build up stock di semua jaringan lembaga penyalur kita, khususnya SPBU," kata dia.
Sebelumnya: Sambut Presiden Prabowo, Siswa di Malang Titip Harapan soal Menu MBG
Selanjutnya: Pulang ke Jogja, Pembalap Moto3 Mario Aji Cerita Ditilang di Spanyol
Artikel Terkait
- Kejari Pasuruan Tegaskan Proses Hukum Bukan untuk Hambat Program di Daerah
- Bukan Sekadar Skincare, Dokter Ungkap Rahasia Kulit Pria Tetap Sehat dan Terawat
- 2 Maling Truk di Bogor Ditangkap Usai 2 Jam Beraksi, Pelaku Residivis
- PGN Pasok 2.500 MMBTU Gas ke Produsen Aspal
- Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif
- Bertahun-tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Pilih Jual Rumah
- Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen di Simalungun
- Kabut Asap Ancam AS Jelang Final Piala Dunia, Trump Salahkan Kanada!
