Setahun Diuji, Ini Alasan Baterai Solid-State Belum Dipakai ke Mobil

Dok. Jdpower.com Ilustrasi baterai solid state
China sendiri mulai mempercepat komersialisasi teknologi ini melalui penerapan standar baru baterai solid-state yang mulai berlaku pada Juli 2026.
Namun, pelaku industri masih bersikap hati-hati. Chairman CATL Robin Zeng menyebut baterai solid-state masih menghadapi tantangan besar dalam proses manufaktur sehingga membutuhkan waktu sebelum benar-benar siap diproduksi dalam jumlah besar untuk kendaraan listrik.
Dengan kata lain, tantangan utama baterai solid-state saat ini bukan lagi membuktikan ketahanannya, melainkan bagaimana memproduksinya secara massal dengan biaya yang terjangkau bagi industri otomotif.
Sebelumnya: Kaltim Tagih Dana Bagi Hasil Rp 2,4 Triliun ke Pusat, DPRD: Hak Daerah Harus Dipenuhi
Selanjutnya: Delapan Pelabuhan Ikut Asesmen Green and Smart, Dorong Efisiensi Logistik Nasional
Artikel Terkait
- Perjuangan Bocah Kembar Siam Subang Mengenyam Pendidikan, Ceria Jalani Hari Pertama Sekolah
- Kebakaran Landa Gunung Biru di Mojokerto, Jalur Pendakian Bukit Cendono Ditutup Sementara
- RUU Masyarakat Adat Ditargetkan Sah Jadi UU pada Periode Presiden Prabowo
- Mahasiswa King's College London Minta RUU Perampasan Aset Dibahas Secara Cermat
- Link Cek Desil Kemensos Juli 2026, Cukup Masukkan NIK KTP
- Temuan Polisi soal Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jakarta Selatan
- OTT Bupati Lombok Barat, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta
- Kejelian Pemain Timnas Voli Putra Indonesia Lihat Kelemahan Kamboja di SEA V Cup 2026
