Kebakaran di Pabrik Sandal Tangerang, 1 Pegawai Alami Sesak Napas

Sebuah pabrik sandal di Kampung Bayur, Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, terbakar. Seorang pegawai pabrik sempat mengalami sesak napas akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan video yang diterima, api terlihat sudah membakar bagian dalam pabrik. Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, sejumlah orang sempat berupaya memadamkan api secara mandiri.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 17.10 WIB. Hingga saat ini, petugas masih berupaya memadamkan api.
Sementara itu, asap hitam pekat membubung tinggi dan dapat terlihat jelas oleh warga di sekitar lokasi kejadian.
"Petugas yang dikerahkan sekitar 45 orang," kata Andia, Senin .
Andia membenarkan bahwa sempat ada pegawai pabrik yang mengalami sesak napas. Korban kini telah mendapatkan penanganan dari petugas PMI yang berada di lokasi.
"Iya, ada pegawainya yang panik," ujar Andia.
Menurut Andia, hingga saat ini belum ada laporan mengenai ada tidaknya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Lihat juga Video 'Kebakaran Hebat Melanda Gudang Logistik E-commerce Terbesar di Korsel':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Cara Nonton Perancis Vs Inggris di Piala Dunia 2026 via Live Streaming dan TVRI, Kickoff 04.00 WIB
Selanjutnya: 10 Tahun HBC Purwakarta, dari Komunitas Jadi Keluarga Besar
Artikel Terkait
- Edarkan Tramadol Berkedok Warung Kelontong, Pria di Kalideres Jakbar Diciduk Polisi
- Tolak Barcelona, Nico Williams: Lebih Baik di Athletic Bilbao daripada Menang Banyak Gelar
- Dilaporkan Lagi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Roy Suryo: Enggak Apa-apa
- Gagal Ikut Ujian Skripsi, Mahasiswi UNG Laporkan Ketua Jurusan ke Ombudsman
- Alami Disfungsi Saluran Eustachius, IU Batalkan Konser dan Rilis Album
- Mahalnya Piala Dunia 2026, Biaya Parkir Tembus Rp 12 Jutaan
- Indonesia Bangun Pusat Pembibitan Babi Berstandar Internasional, Datangkan 546 Indukan dari Denmark
- Warga Bogor Dilanda Kekeringan, Terpaksa Mandi dan Nyuci Pakai Air Sungai
