Buaya Terlihat di Spot Diving, Balai TN Komodo Minta Wisatawan Waspada

Ia melanjutkan, area tersebut menjadi salah satu spot diving wisatawan. Selain itu, nelayan juga biasa melintas di lokasi tersebut.
Ia menjelaskan, secara ekologis, buaya muara merupakan predator puncak semi-akuatik yang memiliki kemampuan berenang dalam jarak jauh. Satwa ini juga dapat berpindah antar-pulau mengikuti dinamika habitat, ketersediaan pakan, maupun perilaku alaminya.
"Spesies ini juga diketahui memiliki kemampuan melakukan migrasi lintas perairan, termasuk dari wilayah Australia menuju Nusa Tenggara. Kemunculannya diduga merupakan bagian dari pergerakan alami satwa di luar habitat utamanya," terang Hendrikus.
Ia melanjutkan, BTNK akan terus melakukan pemantauan bersama pihak terkait terutama Balai Besar KSDA NTT terkait keberadaan satwa tersebut. Hal ini sebagai bagian dari upaya monitoring satwa liar di kawasan dan perairan sekitarnya.
Sebelumnya: Serangan AS ke Iran Masuki Hari ke-9, Hormuz Terus Memanas
Selanjutnya: Kecelakaan Kereta Api di Semarang, Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Mendalam
Artikel Terkait
- Sejarah Tempe, Superfood Indonesia yang Sudah Ada Sejak Abad ke-16
- Kata-kata Fajar dan Fikri Usai Jadi Juara Japan Open 2026
- Warga Diimbau Siapkan Cadangan Air Selama Perawatan IPA Hutan Kota
- Polda NTT Akan Gelar Perkara Kasus Dokter Icha Pekan Ini
- Kisah Olé Olé, Lagu Perayaan yang Tak Sengaja Bertemu Piala Dunia dan Kini Incar Timnas Indonesia
- Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan Warga
- Persebaya 99th Anniversary Game: Bajul Ijo Ditahan Imbang PSIS Semarang 2-2
- Wali Kota Pekanbaru Yakin Argentina Melenggang ke Final
