Massa Demo Mulai Orasi di Medan Merdeka Selatan, Lalin Arah Gambir Ditutup

Massa mahasiswa dari BEM Universitas Negeri Jakarta menggelar demonstrasi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sore ini. Demo itu menuntut perbaikan pendidikan Indonesia hingga kedaulatan masyarakat sipil.
Pantauan detikcom di lokasi, Jumat , massa aksi tiba sekitar pukul 15.10 WIB. Mereka membawa satu mobil komando diiringi menuju Patung Kuda.
Namun mereka tertahan di sekitar seberang gedung BSI. Polisi membuat barikade dan menutup jalan dari Patung Kuda ke arah Stasiun Gambir.
Sementara itu, jalan dari arah Kedubes Amerika ke Patung Kuda masih dibuka. Petugas kepolisian berjaga di sejumlah titik.
Adapun massa aksi mengenakan pakaian bebas. Beberapa di antaranya mengenakan jersei olahraga maupun sepak bola.
Saat orator berorasi di atas mobil komando, beberapa massa memainkan bola plastik. Mereka saling oper di tengah-tengah aksi.
Dalam orasinya, mereka sempat meminta diizinkan ke Bundaran HI atau Patung Kuda. Mereka menuntut pemerintah memenuhi tuntutan kedaulatan rakyat hingga menyelamatkan pendidikan Indonesia.
"Tuntutan kami bongkar total sistem tata negara, kedua selamatkan pendidikan Indonesia, ketiga kedaulatan masyarakat sipil. Tuntutan kami itu memang tuntutan umum tapi aksi ini akan terus berlangsung berjilid-jilid dan akan menggemborkan kabinet Prabowo-Gibran," kata orator.
Simak juga Video 'Koalisi Buruh Ancam Demo Jika RUU Ketenagakerjaan Merugikan Pekerja':
[Gambas:Video 20detik]
Artikel Terkait
- Kunci Jawaban Post Test PPG Modul 3, Ini Pembahasan Lengkap PPABK 3
- Memaknai Sensus Ekonomi 2026
- Bahlil Akan Bikin Aturan, Akomodasi Putusan MK soal Izin Tambang untuk Ormas
- Salah Injak Pedal, Mobil BYD Tabrak Dinding Kaca Gedung di SCBD
- Pembakaran Rumah Hakim di Medan, Pelaku Dituntut 7 Tahun Penjara dan Minta Keringanan Hukuman
- Mulai Juli 2026, Pemerintah Tambah 6 Negara yang Bebas Visa
- Baleg DPR Setujui Harmonisasi RUU Kehutanan, Dibuat Sejalan Putusan MK
- Dilaporkan Lagi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Roy Suryo: Enggak Apa-apa
