Motif Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Terungkap, Tersinggung soal Seragam Sekolah

Hal tersebut membuat MY kesal. Dia pun mengirimkan pesan berisi ancaman teror bom kepada guru dan staf Tata Usaha (TU).
Namun, MY tak menyangka pesan ancaman ini direspons dengan pengerahan personil kepolisian sampai Densus 88.
“Sebenarnya tersangka tidak menyadari bahwa apa perbuatannya akan menjadi seheboh ini,” ujar Joko.
Saat ini, MY sudah ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan di rumah tahanan (rutan) Polres Jakarta Selatan sejak kemarin, Selasa (14/7/2026).
Dia disangkakan dengan Pasal 601 KUHP tentang ancaman yang menimbulkan suasana teror dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun atau seumur hidup.
Ketua RT 03 RW 04 Srengseng Sawah, Anton Sianipar, juga mengatakan bahwa MY memang mengalami kendala finansial karena tak memiliki pekerjaan tetap.
Terlebih ibunya baru meninggal dunia beberapa waktu lalu, dan istrinya harus menjalani pemeriksaan rutin karena memiliki penyakit dalam di kepala dan matanya.
“Dia ini tidak punya pekerjaan tetap, cuman terkadang ikut orang tuanya sebagai jasa servis AC,” ucap Anton ditemui tak jauh dari rumah MY.
Saat ini, anak MY sudah diungsikan ke rumah mertuanya dan tidak melanjutkan sekolah di SDN Srengseng Sawah 15 demi keselamatannya.
Rumah MY yang berada sekitar 2 kilometer dari sekolah pun kini sudah ditinggalkan kosong.
Adapun MY ditangkap karena mengirimkan pesan ancaman berisi teror 11 bom di SEN Srengseng Sawah 15 pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).
Aksinya ini membuat aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara. Polisi menyisir kawasan sekolah hingga tiga kali.
Pertama, kepolisian dari Polsek Jagakarsa memeriksa berbagai sudut sekolah. Untuk memastikan keamanan, polisi juga memanggil Densus 88, Tim Gegana, dan anjing pelacak (K-9).
Setelah pemeriksaan selama empat jam, tidak ada bom yang didapati di lingkungan sekolah.
Polisi akhirnya menangkap MY berdasarkan penelusuran terhadap nomor telepon yang dia gunakan untuk mengirim pesan ke dua guru di sekolah.
Sebelumnya: Kejelian Pemain Timnas Voli Putra Indonesia Lihat Kelemahan Kamboja di SEA V Cup 2026
Selanjutnya: Operasi Berantas Jaya, Polres Bekasi Kota Ungkap 77 Kasus Begal-Curanmor
Artikel Terkait
- Kemenag Wonogiri Jembatani Sekolah Filail hingga Perpindahan Ponpes bagi 120 Santri Ponpes Manjung
- Barcelona Jadikan Bomber Al Nassr Opsi Cadangan jika Gagal Gaet Julian Alvarez
- Teror Tetangga Makin Menjadi, Rumah Keluarga di Depok Dilempari Telur-Kaca, Akhirnya Dijual
- Musibah Memilukan Longsor Tewaskan 116 Anak Saat Sekolah
- Viral Anjing Husky Berdarah Dibacok di Babelan Bekasi, Pelaku Dicari
- Taktik Jitu Timnas Voli Putra Indonesia Kalahkan Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026
- Andy Burnham Segera Jadi PM Baru Inggris, Dilantik Senin
- Merawat Harapan dari Kebun Pepaya Kalina, Langkah Desa Serut Menguatkan Ekonomi Desa
